Senin, 19 Januari 2009

Membuat PoE sendiri

Sebuah Wireless Access Point yang dipasang pada tiang antena yang terpancang setinggi 20 meter misalnya tentu memerlukan kabel yang panjang, baik kabel data (UTP) untuk koneksi ke switch di bawah dan juga kabel power untuk mencatu Wireless Access Point tsb. Memasang kabel power sepanjang 20 meter lebih untuk mencatu switch bukanlah cara yang tepat untuk mencatu Wireless Access Point di atas. Lalu bagaimana? Gak perlu bingung, pake aja PoE.

PoE atau teknologi Power over Ethernet adalah sistem yang memanfaatkan kabel UTP twisted pair untuk mentransmisikan daya (power) melalui pair yang tidak terpakai. Seperti kita ketahui Kabel UTP Cat-5 misalnya hanya menggunakan 2 pair (4 urat) saja untuk Tx (+ dan -) dan Rx (+ dan -). Sementara dalam 1 kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) terdapat 4 pair (8 urat) yang disediakan. Nah dua pair inilah yang bisa kita manfaatkan untuk mentransmisi power.

Teknologi PoE seperti ini telah banyak di dukung oleh perangkat-perangkat jaringan saat ini, seperti Switch dan Wireless Access Point. Sehingga tidak diperlukan lagi catu daya terpisah. Cukup sebuah kabel UTP saja yang terpasang antara switch dan access point. Produsen seperti Dlink, Linksys, NetGear, Cisco, dll juga mempunyai produk-produk switch ataupun access point yang terdapat fasilitas PoE.

PoE yang tidak terintegrasi dengan perangkat switch atau Wireless Access Point (WAP) juga ada. PoE semacam ini terdiri dari sebuah jack Power ke PLN dan 2 buah port Rj-45 Untuk disambungkan ke dua buah perangkat, misal yang satu ke switch dan satunya lagi ke Wireless AP. PoE seperti ini berguna jika salah satu perangkat tidak mendukung PoE, misal kita punya Wireless Access Point yang medukung PoE tapi switch yang kita pake tidak terdapat fasilitas PoE. Supaya tidak perlu narik kabel power, bisa dipakai kan PoE seperti ini.

Misalnya terdapat 4 buah Access Point yang menempati posisinya masing-masing. Karena ada perkembangan, terkadang letak akses point tersebut perlu dipindahkan atau setidaknya digeser. Hal yang dipertimbangkan salah satunya adalah Power yang dipakai untuk mencatu Access point, karena tidak semua tempat tersedia colokan listrik.

Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan PoE seperti yang diuraikan di atas. Akan tetapi baik Access Point maupun switch yang dipakai tidak satupun yang mendukung PoE.

Lha terus piye ? Bisa koq dengan membuat PoE-PoE an atau sebut saja PoNuKaYu (Power Numpang di Kabel yUTiPi)

Cara membuat PoNuKaYu adalah sbb:
1. Siapkan kabel UTP yang akan kita modif plus connector Rj-45.
2. Kabel warna Hijau+PutihHijau(Rx) dan Orange+PutihOrange(Tx) dipasang seperti biasa.
3. Kabel Coklat+ PutihCoklat kita siapkan untuk PoNuKaYu. PutihCoklat untuk positif dan Coklat untuk Negatif, atau bisa juga dibalik.


4. Siapkan kabel konektor power untuk Access Point, di toko listrik banyak yang jual, kabel ini biasanya digunakan untuk adaptor, harganya 2 ribu an.
5. Modiflah kabel UTP Cat-5 menjadi seperti bagan di bawah ini:

6. Siapkan juga isolasi untuk menembel hasil bedah kabel.

Dan kurang lebih screenshoot hasilnya adalah sbb:

Gbr. Access point yang catu powernya digabung dengan kabel UTP, Power Numpang Kabel yUtiPi (PoNuKaYu )

Gbr. AC Adapter untuk AP Linksys yang outputnya dilewatkan melalui kabel UTP.

Taken From http://blog.mysyam.net

Loading PC

Assalamu'alaikum Komputek, PC saya : MB Asus P5GC/MX, Proc Intel dual core 2,0 Ghz, Memory 1Gb DDR2, HD 160 GB Maxtor, Power Suply 400 Watt, OS Window XP SP 2, sebelumnya saya pakai Proc Intel 1,6 Ghz tidak ada masalah, setelah itu saya ganti dengan yang saat ini kenapa setiap loading selalu muncul pesan : "Intel CPU uCode loading error" Press F1 to resume, setelah F1 ditekan masuk ke windownya normal tidak ada masalah, tolong jawabannya & atas perhatiannya thank's banget. Wassalamualaikum. ( Oepik's )


lutfi wijaya [oepiks@gmail.com]


Jawab:


Pesan : "Intel CPU uCode loading error" Press F1 to resume, artinya BIOS perlu memanggil table patch yang disupport oleh prosessor Anda. Lihatlah ke website ASUS dan pastikan bahwa prosesor ini kompatibel dengan M/B Anda. Jika anda menemukan patch ini, download dan update-lah BIOS Anda.

VGA untuk ANM2HD

Salam, langsung saja saya pake kompi AMDx2 5200, MB. ANM2HD dengan 1x2Gb corsair ram, dan OS vista ultimate x32. saya ingin upgrade VGA onboardnya menjadi VGA outboard, kira-kira VGA berapa mb yg harus saya beli untuk kuat main game gede, dan VGA apa saja yang komputek rekomendasikan untuk saya, agar enak dipakai untuk game. Tapi tentunya dengan budget yg sesuai kantong he..he.. Ok, terimakasih komputek.


".Galih."

arx g1 [arx_g1@yahoo.co.id]


Jawab:


Agar game Anda dapat berjalan lebih baik, pilihlah VGA dg memory minimal 256MB dan 'brand' telah lama bermain di bidang ini seperti ATI Radeon dan GeForce. Harganya mulai 300 ribu-an sampai puluhan juta rupiah. Contoh tipe dapat dilihat di http://ati.amd.com/products/index.html.

Nomor sebagai Pengganti Nama Url

Nama url itu sebenarnya berupa pemudahan agar mudah mengingat. Aslinya kan berupa nomor. Bagaimana cara mengetahui nomor dari nama url yang kita kunjungi dan bagaimana memasukkan nomor itu ke kolom url agar kita dapat membuka webnya?

Hal ini untuk nama url yang sangat panjang bukankah lebih mudah dikasih nomornya?

Takezo Kensei [the_great_takezo_kensei@yahoo.com]


Jawab:


-. Untuk mengetahui nomor IP dari nama url, ketikkan dari command prompt :

C:\> ping [nama url], misalnya ping www.stikom.edu

-. Untuk memasukkan nomor itu, dengan mengetikkan angka pada address bar diikuti nama file atau direktori yg diperkenankan oleh webmaster ybs. Misalnya, http://219.83.122.179/bla-bla-bla...

Antivirus yang Paling Bagus

Hallo,komputek

1. Antivirus apa saja paling bagus saat ini dan paling ampuh ?
2. Spesifikasi apa yang cocok untuk counter strike?

Septian Welly Sandi Welly [septianwellysandiwelly@yahoo.co.id]


Jawab:
1. Anti virus yang paling bagus adalah anti virus apa saja yang selalu terupdate file definisi-nya setiap saat.

2. Spec komputer yang cocok untuk CS:
  • Spec Minimum: 1.2 GHz Processor, 256MB RAM, DirectX 7 level graphics card, Windows 2000/XP, Mouse, Keyboard, Internet Connection
  • Spec Recommended: 2.4 GHz Processor, 512MB RAM, DirectX 9 level graphics card, Windows 2000/XP, Mouse, Keyboard, Internet Connection

Jumat, 09 Januari 2009

16 Bit, 32 bit dan 64 Bit... Maksudnya apa ?


Windows 32 Bit : Bisa menjalankan program yang versinya 16 Bit dan 32 Bit tetapi tidak bisa menjalankan program yang 64 Bit.
Windows 64 Bit : Bisa menjalankan program yang versinya 32 Bit dan 64 Bit tetapi tidak bisa menjalankan program yang 16 Bit.

Windows 32 Bit, menggunakan Processor sebagai inti dibanding Memory, karena itu apabila ada orang yg memakai memory 2GB saja, sudah dibilang berlebihan. Karena di Windows 32 Bit, Processor lebih dipekerja-keraskan dibanding Memory
Windows 64 Bit, menggunakan Memory sebagai inti dibanding Processor, makanya kalau pakai 64 Bit, memory harus besar. Karena kinerja memory lebih dipekerjakan.

32-bit dan 64-bit mengacu pada arsitektur processor.
Processor 32-bit artinya register-registernya (unit penyimpanan data terkecil di dalamnya) berukuran 32 bit.
Processor 64-bit artinya register-registernya berukuran 64 bit.

( Register-register inilah yang digunakan untuk melakukan macam-macam operasi. Misalnya c = a + b, maka register "eax" akan me-load nilai dari "a" (di memory), kemudian pada register "eax" ditambahkan nilai dari "b", lalu "eax" ditulis ke memory pada posisi variabel "c" )

Pengaruh ukuran register terhadap kecepatan:
Setiap proses baca/tulis dari memory (disebut dengan load/store) membaca/menulis informasi sebesar ukuran register; maka register 64-bit potensial membaca/menulis memory-memoryx kecepatan register 32-bit.
Tapi ini teoretis saja, karena kenyataannya prosesor juga menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal lain selain load/store, seperti pemrosesan matematis, vector-processing, dll.

Pengaruh ukuran register terhadap presisi:
Secara simplistik: Makin panjang register, makin banyak angka di-belakang-koma yang bisa dihitung secara akurat.
Sebagai gambaran: Misalkan resolusi bilangan real pada 32-bit adalah 0.0001, maka resolusi bilangan real pada 64-bit bisa mencapai 0.0000001 (jadi jauh lebih presisi).

Pengaruh ukuran register terhadap ukuran memori:
Salah satu dari sekian banyak register adalah "addressing register". Addressing register (atau registers, kalau lebih dari satu) adalah register yang memiliki fungsi 'menunjuk' ke alamat tertentu dalam memory. Jangkauan (range) penunjukan ini disebut dengan istilah memory space.
Pada arsitektur 32-bit, addressing registers mampu 'menunjuk' posisi memory dari 0 s/d 4'294'967'295 (4 GiB - 1). Inilah yang mengakibatkan muncul "batasan 4 GiB" pada sistem berbasis arsitektur 32-bit.
Pada arsitektur 64-bit, addressing registers mampu 'menunjuk' posisi memory dari 0 s/d 18'446'744'073'709'551'615 (16 EiB - 1). Seperti kita lihat, tidak ada lagi 'batasan 4 GiB' pada sistem berbasis arsitektur 64-bit.

Pengaruh ukuran register terhadap dataset:
"Dataset" adalah istilah untuk 'seperangkat data yang di-load ke dalam memory untuk diproses dan (optionally) ditulis kembali ke hard disk'.
Sistem 32-bit terbatas pada dataset sebesar (2^32)-1, atau (4 GiB - 1). Mengingat sebagian memory harus digunakan untuk OS dan program database ybs, maka biasanya dataset nya hanya sebesar 1-2 GiB saja.
Artinya, sebuah database yang berukuran, katakanlah, 20 GiB (tidak asing dalam konteks perusahaan besar), harus diproses 10~20x.
Sistem 64-bit tidak memiliki batasan di atas. Dia dapat me-load dataset sebesar ketersediaan memory. Artinya, database 20 GiB di atas dapat di-load seluruhnya (asal memory mencukupi), diproses dalam sekali jalan saja.

Agar supaya kita dapat memperoleh keunggulan sistem 64-bit, maka baik software dan hardware harus mendukung.
Software 32-bit jalan di hardware 64-bit tidak bisa memanfaatkan kelebihan arsitektur 64-bit. (Software hanya akan menggunakan 32-bit saja dari 64-bit yang tersedia; 32-bit sisanya tidak dikenali) ==> disebut mode 32-bit.
Sebaliknya, software 64-bit tidak bisa jalan di hardware 32-bit karena kebutuhannya akan lebar register 64-bit tidak bisa dipenuhi.

Windows XP 32-bit dan Windows Vista 32-bit adalah 2 sistem operasi yang masih beroperasi di mode 32-bit.
Windows XP 64-bit dan Windows Vista 64-bit adalah 2 sistem operasi yang mampu beroperasi di mode 64-bit.

AMD64 adalah terobosan (breakthrough) AMD dalam dunia processor x86.

Dahulu, s/d prosesor Pentium 3, Intel bersikukuh menggunakan hanya arsitektur 32-bit pada processor x86. Intel menghabiskan uang jutaan dollar untuk mengembangkan arsitektur 64-bit yang samasekali baru (artinya: Tidak kompatibel dengan dunia x86) dalam bentuk Intel ITANIUM.

AMD kemudian mengembangkan instruction set (dan arsitektur) dari processor x86 yang dibuatnya (AthlonXP) sehingga lahirlah Athlon64: Processor x86 yang memiliki arsitektur 64-bit.

Instruction set yang diperluas ini disebut AMD64 oleh AMD. Intel terpaksa melakukan cross-license, dan menggunakan instruction set tersebut juga (tapi dengan nama EMT64, bukan AMD64. Biasalah, masalah corporate pride...)

Kelebihan dan kekurangan?

Kita sudah melihat kelebihan dari arsitektur 64-bit.

SEKARANG KEKURANGANNYA :

Banyak Software 32-bit yang tidak bisa jalan di arsitektur 64-bit, khususnya driver.

Mengapa bisa begitu?

Komputer adalah benda yang sangat kompleks. Untuk bisa berguna bagi manusia, komputer perlu melakukan apa yang disebut "Input/Output" (I/O). Contoh I/O adalah kirim/terima data via LAN, kirim gambar ke Monitor via VGA Card, dll.

Nah, semua tindakan I/O membutuhkan buffer. Sebagai contoh, kita kenal "memory VGA" pada VGA Card; itu sebetulnya adalah buffer untuk membantu VGA Card menampilkan gambar di monitor.

Masalahnya, agar I/O bisa berlangsung dengan mulus dan cepat, 'buffer' ini perlu mendapatkan alamat. Dan alamat ini di ambil dari memory space. Hal ini terjadi meskipun komponen pelaksana I/O ini memiliki buffernya sendiri (contoh: VGA Card terbaru dari nVidia / ATI biasanya punya minimal 256 MB RAM pada card nya). Tetap saja memori pada card tersebut akan dipetakan ke memory space.

Agar tidak bentrok dengan Sistem Operasi, yang biasanya di-load ke dalam memory 'rendah' (Bottom Memory = memory dengan alamat kecil), maka biasanya pemetaan buffer ini dilakukan di memory 'tinggi' (Top Memory = memory dengan alamat besar, atau dihitung mundur dari alamat memori terbesar (2^32)-1)

Catatan: Ini juga alasan yang menyebabkan RAM komputer kalau terpasang 4 GB hanya akan bisa dipakai Max 3,25 GB (atau kalau untung 3,5 GB), ada yang 'hilang' karena 'tertutupi' oleh buffer dari komponen I/O.

Nah, pada arsitektur 64-bit, hal yang sama pun dilakukan: Buffer untuk I/O dipetakan ke Top Memory. Masalahnya, Top Memory pada arsitektur 64-bit jelas terletak pada posisi yang berbeda dengan Top Memory pada arsitektur 32-bit.

Driver adalah korban yang paling jelas; mereka berusaha mengakses Top Memory 32-bit, padahal lokasi buffer tidak di situ. Akibatnya: Crash.

Software-software lain yang juga coba-coba mengakses Top Memory secara langsung akan mengalami crash juga.

Lucunya, banyak game 32-bit yang malah jalan dengan tanpa masalah di sistem 64-bit; hal ini karena mereka tidak berusaha mengakses Top Memory secara langsung, melainkan meminta bantuan Microsoft DirectX Layer untuk mengakses fitur dari sebuah VGA Card.

Sumber: www.yahoo.com

Kamis, 08 Januari 2009

Merubah Tampilan Windows Xp

Dear komputek,aku mau tanya bagaimana caranya merubah tampilan windows xp menjadi windows vista.mohon penjelasannya.sebelumnya aku ucpkan terima kasih.wassalamualaikum Wr.Wb

Deni Nugroho [nugroho_deni@yahoo.com]

Jawab:
Gunakan salah satu software desktop themes semacam Vista Inspirat. Unduh dari http://www.crystalxp.net/galerie/en.id.130.htm.